Advertisement

Di era digital dengan arus informasi yang deras, apakah panduan berusia 16 tahun ini masih relevan? Jawabannya:

Depdiknas 2008 mengadaptasi beberapa model pengembangan yang populer saat itu. Dua model yang paling dianjurkan adalah:

Materials must align with the basic competencies (Kompetensi Dasar) and indicators. Content should be accurate, up-to-date, and foster critical thinking. It must also comply with prevailing laws, ethical norms, and social values.

Bahan ajar harus cukup membantu siswa menguasai kompetensi yang ditargetkan. Bukan berarti setebal mungkin, tetapi sepadan dengan kebutuhan waktu dan kedalaman materi.

Panduan ini sangat menganjurkan adanya (materi, bahasa, media) sebelum bahan ajar digunakan secara luas. Di konteks Jakarta, banyak sekolah binaan yang melakukan uji coba bahan ajar di satu kelas paralel sebelum diimplementasikan di semua kelas.